سم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، نحمده، ونستعينه، و نعوذ بالله من شرور انفسنا و سيئات اعمالنا، من يهد الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، و اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، و اشهد ان محمدا عبده ورسوله، صلى الله عليه و على آله وصحبه ، و سلم تسليما كثيرا
"Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji bagi Alloh. Kita memujiNya dan memohon pertolongan kepadaNya. Dan kami berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barang siapa yang diberikan petunjuk oleh Alloh maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Alloh maka tidak ada yang sanggup memberikan hidayah kepadanya. Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah (sesembahan yang haq untuk disembah) melainkan Alloh saja yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Semoga shalawat dan salam yang banyak tercurah kepada beliau dan kepada para sahabatnya.
Amma ba'du:
Saya menuliskan untuk diri saya pribadi dan saudara-saudaraku yaitu mandzumah(syair) yang mencakup pokok-pokok kaidah agama. Meski pun ringkas namun penuh makna bagi yang mau merenungkannya. Akan tetapi syair ini masih membutuhkan penjelasan untuk menerangkannya, menyingkap makna-maknanya dan pelajaran-pelajaran di dalamnya, serta mengungkap pemahaman yang ada dibaliknya maka saya menuliskan syarah (penjelasan) yang berharga ini untuk mempermudah memahaminya.
Saya memohon kepada Alloh agar kitab ini bisa memberikan manfaat bagi penulisnya dan pembacanya dan menjadikannya ikhlas untuk mengharap wajah Alloh yang mulia, sesungguhnya Dia Maha Pengasih dan Penyayang.
Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Pujian dan Sanjungan Kepada Alloh -ta'ala-
Bait 1:
الحمد لله العلي الأرفق # و جامعِ الأشياء و المفرِّق
#1 Segala puji bagi Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Lembut (kepada hambaNya -pent),
Yang mengumpulkan segala sesuatu dan memisah-misahkannya"
* Adapun الحمد (alhamdu) maknanya adalah pujian kepada Alloh dengan sifat-sifat kesempurnaanNya, kesempurnaan nikmat-nikmatNya, keluasan kemurahanNya, dan keindahan hikmah-hikmahNya karena Dia memiliki kesempurnaan nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan. Tidak ada dalam nama-namaNya suatu yang tercela, bahkan seluruh namaNya adalah husna (indah). Dan tidak ada dalam sifat-sifatnya suatu yang kurang dan tercela bahkan sifat-sifat itu adalah sifat-sifat yang sempurna dari segala sisi. Dan Allah ta'ala memiliki kebaikan dalam seluruh perbuatanNya, karena perbuatan-perbuatanNya berporos pada keadilan dan ihsan (kebaikan). Dan Dia terpuji karena hal ini, dan karena hal inilah menjadi sempurna pujian.
Dan lafadz "Alloh" adalah ma'luuh al ma'buud (yang disembah dan diibadahi), yang berhak untuk diibadahi. Diibadahi dengan seluruh jenis ibadah tidak disekutukan sesuatu pun denganNya karena kesempurnaan pujianNya.
Lafadz "Al 'Aliy" yang baginya ketinggian yang sempurna secara mutlak dari seluruh sisi. Ketinggian DzatNya, ketinggian kemampuanNya, dan ketinggian kekuasaanNya.
Lafadz "Al-Arfaq" yaitu Ar-Rafiiq (Maha Lembut) dalam segenap perbuatanNya. Maka seluruh perbuatanNya adalah kelembutan yang berada di puncak kemaslahatan dan kebijaksanaan.
Dan Alloh -ta'ala- telah memperlihatkan tanda-tanda kelembutanNya kepada para hambaNya yang dengannya mereka bisa menemukan bukti akan kesempurnaanNya, dan kesempurnaan kebijaksanaan dan kelembutanNya. Sebagaimana dalam penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam hari, padahal Dia Maha Mampu untuk menciptakannya dengan sekejap mata. Demikian pula penciptaan manusia, hewan-hewan, tetumbuhan yang bermacam-macam jenisnya. Dia menciptakannya tahap demi tahap sampai menjadi lengkap dan sempurna, padahal Dia mampu untuk menciptakan semua itu sekejap mata. Akan tetapi Dia Maha Lembut dan Maha Bijaksana. Dan termasuk kebijaksanaan dan kelembutanNya adanya proses dalam hal ini dan tidaklah hal itu menafikkan kemampuan dan hikmahNya.
Sebagaimana juga Dia menetapkan adanya hidayah dan kesesatan, akan tetapi hikmahNya mengharuskan tetapnya mereka dalam kesesatan sebagai bentuk keadilan bukan kedzaliman, karena anugerah keimanan dan hidayah murni dari fadhilahNya. Apabila Dia tidak memberikannya kepada seseorang tidaklah terhitung sebagai kedzaliman. Terlebih lagi apabila kondisinya bukan orang yang siap menerima nikmat tersebut.
Seluruh sifat-sifatNya memiliki pengaruh dalam penciptaan dan pengaturanNya. Tidak saling menafikkan. Barang siapa memahami permasalahan pokok yang agung ini niscaya akan terurai darinya keruwetan-keruwetan dalam memahami asma Alloh dan sifat-sifatNya dan menempatkan setiap nama-nama Alloh sesuai kedudukannya yang semestinya.
Dan perkataanku: "Dia mengumpulkan segala sesuatu dan memisah-misahkan"
Alloh -ta'ala- yang mengumpulkan segala sesuatu dalam suatu keadaan dan memisah-misahkannya dalam keadaan yang lain. Sebagaimana Dia mengumpulkan makhluknya dalam keadaan Dia telah menciptakan dan memberikan rezekinya. Dan Dia membedakan di antara mereka dalam hal jenis dan fisik, tinggi dan pendek, hitam dan putih, rupawan dan jelek, dan sifat-sifat lainnya.
Semua ini berasal dari kesempurnaan kemampuanNya dan hikmahNya, dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing yang sesuai. Allohu a'lam.











