“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33) * Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".(QS Yusuf: 108)

Cari Blog Ini

Sabtu, 28 Maret 2020

At-Tuhfah - Ayat-ayat Sifat antara Syubhat dan Bantahannya

SYUBHAT DAN BANTAHANNYA
Syubhat Pertama:
Jika ada orang yang berkata dari kalangan pengikut hulul (Alloh menyatu dengan makhlukNya): Apa pendapatmu mengenai firman Alloh azza wa jalla :
ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ

"Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi" (QS Al-An'am: 3)
ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุฅِู„َٰู‡ٌ ูˆَูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َٰู‡ٌ ۚ

"Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi" (QS Az-Zukhruf: 84)

Jawaban:

Sesungguhnya makna kedua ayat tersebut bahwasannya Alloh adalah sesembahan bagi makhlukNya yang ada di langit dan sesembahan pula bagi makhluknya yang ada di bumi. Karena makna ilah adalah sesembahan (yang diibadahi). Sehingga maknanya adalah: Dialah yang diibadahi di langit dan diibadahi di bumi.

Syubhat Kedua:
Jika ada yang berkata:
Ketika engkau mengatakan bahwa Alloh ada di langit engkau telah menjadikan tempat bagi Alloh -azza wa jalla- padahal Alloh ta'ala tidaklah dilingkupi sesuatupun dari makhluk-makhlukNya.

Jawabnya: bahwa as-samaa' (langit) bermakna al-uluw (yang tinggi di atas), dan setiap yang di atasmu adalah langit bagimu. Maka makna ayat ini adalah: "Apakah engkau merasa aman dari Dia (Alloh) yang ada di atas?

Jawaban kedua: bahwa huruf jar berbeda-beda fungsinya, dan ููŠ di sini bermakna ุนู„ู‰ (di atas) sehingga maknanya adalah: "Apakah engkau merasa aman dari Dia (Alloh) yang ada di atas langit?". Telah ada contoh semacam ini dalam Al Qur'an. Alloh ta'ala mengisahkan tentang Fir'aun bahwa dia berkata kepada tukang sihir:
ูˆَู„َุฃُุตَู„ِّุจَู†َّูƒُู…ْ ูِูŠ ุฌُุฐُูˆุนِ ุงู„ู†َّุฎْู„ِ

"dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma " (QS TaHa: 71)
Yaitu pada/di atas pangkal pohon kurma. Dan firman Alloh ta'ala:
ูَุงู…ْุดُูˆุง ูِูŠ ู…َู†َุงูƒِุจِู‡َุง

"maka jelajahilah di segala penjurunya" (QS Al-Mulk: 15)
Maksudnya di atas jalan-jalannya.

Syubhat Ketiga:
Jika ada yang berkata: Apa tanggapanmu mengenai firman Alloh -ta'ala-:
ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุนَูƒُู…ْ ุฃَูŠْู†َ ู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ۚ
"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada". (QS Al-Hadid: 4)
Dan firmanNya:

ู…َุง ูŠَูƒُูˆู†ُ ู…ِู†ْ ู†َุฌْูˆَู‰ٰ ุซَู„َุงุซَุฉٍ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุฑَุงุจِุนُู‡ُู…ْ ูˆَู„َุง ุฎَู…ْุณَุฉٍ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุณَุงุฏِุณُู‡ُู…ْ ูˆَู„َุง ุฃَุฏْู†َู‰ٰ ู…ِู†ْ ุฐَٰู„ِูƒَ ูˆَู„َุง ุฃَูƒْุซَุฑَ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ู…َุนَู‡ُู…ْ ุฃَูŠْู†َ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ۖ

" Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada." (QS Al-Mujadilah: 7)

Jawabnya:
Bahwasannya kebersamaan yang dimaksudkan di sini adalah kebersamaan secara ilmu, pengawasan, kekuasaan dan kemampuan bukan kebersamaan bersama dzatNya. Dan mayoritas para salaf menafsirkannya dengan ilmu, diantaranya Abdulloh bin mubarak. Dan hal ini ditunjukkan oleh konteks ayat yang Alloh -ta'ala- memulai ayat pertama dengan ilmu dan menutupnya dengan ilmu.

Kemudian Alloh ta'ala mengkhabarkan bahwa Dia tinggi di atas makhlukNya dan bersemayam di atas Arsy-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang mampu meliputiNya. Mustahil ada pertentangan di antara firman Alloh. Alloh ta'ala berfirman:

ۚ ูˆَู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ู…ِู†ْ ุนِู†ْุฏِ ุบَูŠْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َูˆَุฌَุฏُูˆุง ูِูŠู‡ِ ุงุฎْุชِู„َุงูًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง
"Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya".(QS An-Nisa': 82)

Akan tetapi argumentasi ahlul bid'ah mengenai ayat ini (ayat ma'iyyah -pent) terhadap ahlus sunnah dengan tujuan menetapkan kebatilan yang ada pada mereka yang bersumber dari pemahaman mereka yang rusak terhadap makna ayat yang benar. Alloh ta'ala berfirman:

ۖ ูˆَู„َูˆْ ุฑَุฏُّูˆู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ูˆَุฅِู„َู‰ٰ ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู„َุนَู„ِู…َู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุณْุชَู†ْุจِุทُูˆู†َู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ۗ

"(Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)" (QS An-Nisa': 83)
Benarlah perkataan penyair:
ูˆูƒู… ู…ู† ุนุงุฆุจ ู‚ูˆู„ุง ุตุญูŠุญุง # ูˆุขูุชู‡ ู…ู† ุงู„ูู‡ู… ุงู„ุณู‚ูŠู…
"Banyak orang yang mencela perkataan yang benar, penyebabnya dari pemahaman yang rusak"

Note:
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal. 16-19.

Rabu, 25 Maret 2020

Libur Kajian

BISMILLAH
ใ…คใ…คใ…คใ…คใ…คใ…ค
Diumumkan kepada seluruh peserta kajian, dalam rangka ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran pandemi Virus Corona (Covid-19) maka untuk sementara waktu Kajian Rutin Rabu Malam Kamis di Masjid Al Ikhlas Ngagul DILIBURKAN mulai tanggal 25 Maret 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.
ใ…คใ…คใ…คใ…คใ…คใ…ค
Kajian akan diaktifkan kembali dengan melihat perkembangan kondisi serta arahan dari Pemerintah RI.
ใ…คใ…คใ…คใ…คใ…คใ…ค
Demikian pengumuman ini kami sampaikan mohon dapat dimaklumi oleh semua pihak.

Semoga Allah memberi pertolonganNya kepada kita semua
ใ…คใ…คใ…คใ…คใ…คใ…ค
TTD

Forum Kajian Sunnah Pati

Selasa, 24 Maret 2020

Kajian Tafsir Tematik Thoharoh



Oleh Ustadz Abu Yahya Sunardi hafidzahulloh
Tantang wudhu, mandi, dan tayamum
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِุฐَุง ู‚ُู…ْุชُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูَุงุบْุณِู„ُูˆุง ูˆُุฌُูˆู‡َูƒُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠَูƒُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุฑَุงูِู‚ِ ูˆَุงู…ْุณَุญُูˆุง ุจِุฑُุกُูˆุณِูƒُู…ْ ูˆَุฃَุฑْุฌُู„َูƒُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْูƒَุนْุจَูŠْู†ِ ูˆَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฌُู†ُุจًุง ูَุงุทَّู‡َّุฑُูˆุง ูˆَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…َุฑْุถَู‰ ุฃَูˆْ ุนَู„َู‰ ุณَูَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุบَุงุฆِุทِ ุฃَูˆْ ู„َุงู…َุณْุชُู…ُ ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ูَู„َู…ْ ุชَุฌِุฏُูˆุง ู…َุงุกً ูَุชَูŠَู…َّู…ُูˆุง ุตَุนِูŠุฏًุง ุทَูŠِّุจًุง ูَุงู…ْุณَุญُูˆุง ุจِูˆُุฌُูˆู‡ِูƒُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ู…ِู†ْู‡ُ ู…َุง ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ِูŠَุฌْุนَู„َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุญَุฑَุฌٍ ูˆَู„َูƒِู†ْ ูŠُุฑِูŠุฏُ ู„ِูŠُุทَู‡ِّุฑَูƒُู…ْ ูˆَู„ِูŠُุชِู…َّ ู†ِุนْู…َุชَู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ (6)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak menger­jakan salat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sam­pai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki ka­lian sampai dengan kedua mata kaki; dan jika kalian junub, ma­ka mandilah; dan jika kalian sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempu­an, lalu kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah de­ngan tanah yang baik (bersih); sapulah muka kalian dan tangan kalian dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur. (Al-Maidah; 6)

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆุง ุงู„ุตَّู„ุงุฉَ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ุณُูƒุงุฑู‰ ุญَุชَّู‰ ุชَุนْู„َู…ُูˆุง ู…َุง ุชَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ูˆَู„ุง ุฌُู†ُุจุงً ุฅِู„ุงَّ ุนุงุจِุฑِูŠ ุณَุจِูŠู„ٍ ุญَุชَّู‰ ุชَุบْุชَุณِู„ُูˆุง ูˆَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…َุฑْุถู‰ ุฃَูˆْ ุนَู„ู‰ ุณَูَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฌุงุกَ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุบุงุฆِุทِ ุฃَูˆْ ู„ุงู…َุณْุชُู…ُ ุงู„ู†ِّุณุงุกَ ูَู„َู…ْ ุชَุฌِุฏُูˆุง ู…َุงุกً ูَุชَูŠَู…َّู…ُูˆุง ุตَุนِูŠุฏุงً ุทَูŠِّุจุงً ูَุงู…ْุณَุญُูˆุง ุจِูˆُุฌُูˆู‡ِูƒُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒุงู†َ ุนَูُูˆًّุง ุบَูُูˆุฑุงً (43)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat, sedang kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengerti apa yang kalian ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kalian dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu saja, hingga kalian mandi. Dan jika kalian sakit atau sedang dalam musafir atau seseorang di antara kalian datang dari tempat buang air atau kalian telah menyentuh perempuan, kemudian kalian tidak mendapat air, maka bertayamumlah kalian dengan tanah yang baik (suci); sapulah muka kalian dan tangan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (An-Nisaa)

Tentang Haid

ูˆَูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َูƒَ ุนَู†ِ ุงู„ْู…َุญِูŠุถِ ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุฃَุฐًู‰ ูَุงุนْุชَุฒِู„ُูˆุง ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ูِูŠ ุงู„ْู…َุญِูŠุถِ ูˆَู„ุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆู‡ُู†َّ ุญَุชَّู‰ ูŠَุทْู‡ُุฑْู†َ ูَุฅِุฐَุง ุชَุทَู‡َّุฑْู†َ ูَุฃْุชُูˆู‡ُู†َّ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ุฃَู…َุฑَูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุชَّูˆَّุงุจِูŠู†َ ูˆَูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…ُุชَุทَู‡ِّุฑِูŠู†َ (222)

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, "Haid itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (Al-Baqoroh)

ูَู„ุง ุฃُู‚ْุณِู…ُ ุจِู…َูˆَุงู‚ِุนِ ุงู„ู†ُّุฌُูˆู…ِ (75) ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َู‚َุณَู…ٌ ู„َูˆْ ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ ุนَุธِูŠู…ٌ (76) ุฅِู†َّู‡ُ ู„َู‚ُุฑْุขู†ٌ ูƒَุฑِูŠู…ٌ (77) ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ู…َูƒْู†ُูˆู†ٍ (78) ู„َุง ูŠَู…َุณُّู‡ُ ุฅِู„ุง ุงู„ْู…ُุทَู‡َّุฑُูˆู†َ (79) ุชَู†ุฒูŠู„ٌ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ (80)

Maka aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam. (Al-Waqiah)

Bersuci dari Najis
ูˆَุซِูŠَุงุจَูƒَ ูَุทَู‡ِّุฑْ (4) 

dan pakaianmu bersihkanlah, (Al-Muddassir)

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْุฎَู…ْุฑُ ูˆَุงู„ْู…َูŠْุณِุฑُ ูˆَุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุจُ ูˆَุงู„ْุฃَุฒْู„َุงู…ُ ุฑِุฌْุณٌ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ูَุงุฌْุชَู†ِุจُูˆู‡ُ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ (90)
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. (Al-Maidah)

Wallohu a’lam

Rabu, 11 Maret 2020

Muqaddimah Penulis Syarah Naadzam Qawaidul Fiqhiyyah -Syaikh Nashir As-Sa'dy.


ุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡، ู†ุญู…ุฏู‡، ูˆู†ุณุชุนูŠู†ู‡، ูˆ ู†ุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุดุฑูˆุฑ ุงู†ูุณู†ุง ูˆ ุณูŠุฆุงุช ุงุนู…ุงู„ู†ุง، ู…ู† ูŠู‡ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูู„ุง ู…ุถู„ّ ู„ู‡، ูˆู…ู† ูŠุถู„ู„ ูู„ุง ู‡ุงุฏูŠ ู„ู‡، ูˆ ุงุดู‡ุฏ ุงู† ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡، ูˆ ุงุดู‡ุฏ ุงู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡، ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ، ูˆ ุณู„ู… ุชุณู„ูŠู…ุง ูƒุซูŠุฑุง

"Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji bagi Alloh. Kita memujiNya dan memohon pertolongan kepadaNya. Dan kami berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barang siapa yang diberikan petunjuk oleh Alloh maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Alloh maka tidak ada yang sanggup memberikan hidayah kepadanya. Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah (sesembahan yang haq untuk disembah) melainkan Alloh saja yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Semoga shalawat dan salam yang banyak tercurah kepada beliau dan kepada para sahabatnya.
Amma ba'du:

Saya menuliskan untuk diri saya pribadi dan saudara-saudaraku yaitu mandzumah(syair) yang mencakup pokok-pokok kaidah agama. Meski pun ringkas namun penuh makna bagi yang mau merenungkannya. Akan tetapi syair ini masih membutuhkan penjelasan untuk menerangkannya, menyingkap makna-maknanya dan pelajaran-pelajaran di dalamnya, serta mengungkap pemahaman yang ada dibaliknya maka saya menuliskan syarah (penjelasan) yang berharga ini untuk mempermudah memahaminya.
Saya memohon kepada Alloh agar kitab ini bisa memberikan manfaat bagi penulisnya dan pembacanya dan menjadikannya ikhlas untuk mengharap wajah Alloh yang mulia, sesungguhnya Dia Maha Pengasih dan Penyayang.

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Pujian dan Sanjungan Kepada Alloh -ta'ala-


Bait 1:
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุนู„ูŠ ุงู„ุฃุฑูู‚ # ูˆ ุฌุงู…ุนِ ุงู„ุฃุดูŠุงุก ูˆ ุงู„ู…ูุฑِّู‚
#1 Segala puji bagi Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Lembut (kepada hambaNya -pent),
Yang mengumpulkan segala sesuatu dan memisah-misahkannya"

* Adapun ุงู„ุญู…ุฏ (alhamdu) maknanya adalah pujian kepada Alloh dengan sifat-sifat kesempurnaanNya, kesempurnaan nikmat-nikmatNya, keluasan kemurahanNya, dan keindahan hikmah-hikmahNya karena Dia memiliki kesempurnaan nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan. Tidak ada dalam nama-namaNya suatu yang tercela, bahkan seluruh namaNya adalah husna (indah). Dan tidak ada dalam sifat-sifatnya suatu yang kurang dan tercela bahkan sifat-sifat itu adalah sifat-sifat yang sempurna dari segala sisi. Dan Allah ta'ala memiliki kebaikan dalam seluruh perbuatanNya, karena perbuatan-perbuatanNya berporos pada keadilan dan ihsan (kebaikan). Dan Dia terpuji karena hal ini, dan karena hal inilah menjadi sempurna pujian.
Dan lafadz "Alloh" adalah ma'luuh al ma'buud (yang disembah dan diibadahi), yang berhak untuk diibadahi. Diibadahi dengan seluruh jenis ibadah tidak disekutukan sesuatu pun denganNya karena kesempurnaan pujianNya.

Lafadz "Al 'Aliy" yang baginya ketinggian yang sempurna secara mutlak dari seluruh sisi. Ketinggian DzatNya, ketinggian kemampuanNya, dan ketinggian kekuasaanNya.
Lafadz "Al-Arfaq" yaitu Ar-Rafiiq (Maha Lembut) dalam segenap perbuatanNya. Maka seluruh perbuatanNya adalah kelembutan yang berada di puncak kemaslahatan dan kebijaksanaan.
Dan Alloh -ta'ala- telah memperlihatkan tanda-tanda kelembutanNya kepada para hambaNya yang dengannya mereka bisa menemukan bukti akan kesempurnaanNya, dan kesempurnaan kebijaksanaan dan kelembutanNya. Sebagaimana dalam penciptaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam hari, padahal Dia Maha Mampu untuk menciptakannya dengan sekejap mata. Demikian pula penciptaan manusia, hewan-hewan, tetumbuhan yang bermacam-macam jenisnya. Dia menciptakannya tahap demi tahap sampai menjadi lengkap dan sempurna, padahal Dia mampu untuk menciptakan semua itu sekejap mata. Akan tetapi Dia Maha Lembut dan Maha Bijaksana. Dan termasuk kebijaksanaan dan kelembutanNya adanya proses dalam hal ini dan tidaklah hal itu menafikkan kemampuan dan hikmahNya.

Sebagaimana juga Dia menetapkan adanya hidayah dan kesesatan, akan tetapi hikmahNya mengharuskan tetapnya mereka dalam kesesatan sebagai bentuk keadilan bukan kedzaliman, karena anugerah keimanan dan hidayah murni dari fadhilahNya. Apabila Dia tidak memberikannya kepada seseorang tidaklah terhitung sebagai kedzaliman. Terlebih lagi apabila kondisinya bukan orang yang siap menerima nikmat tersebut.

Seluruh sifat-sifatNya memiliki pengaruh dalam penciptaan dan pengaturanNya. Tidak saling menafikkan. Barang siapa memahami permasalahan pokok yang agung ini niscaya akan terurai darinya keruwetan-keruwetan dalam memahami asma Alloh dan sifat-sifatNya dan menempatkan setiap nama-nama Alloh sesuai kedudukannya yang semestinya.

Dan perkataanku: "Dia mengumpulkan segala sesuatu dan memisah-misahkan"

Alloh -ta'ala- yang mengumpulkan segala sesuatu dalam suatu keadaan dan memisah-misahkannya dalam keadaan yang lain. Sebagaimana Dia mengumpulkan makhluknya dalam keadaan Dia telah menciptakan dan memberikan rezekinya. Dan Dia membedakan di antara mereka dalam hal jenis dan fisik, tinggi dan pendek, hitam dan putih, rupawan dan jelek, dan sifat-sifat lainnya.
Semua ini berasal dari kesempurnaan kemampuanNya dan hikmahNya, dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing yang sesuai. Allohu a'lam.

Senin, 09 Maret 2020

Ketinggian Alloh di Atas Arsy-Nya

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal. 12-16.

Penulis -hafidzahulloh- berkata:
Dimana Alloh?

Alloh ta'ala berfirman:
ุงู„ุฑَّุญْู…َٰู†ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงุณْุชَูˆَู‰ٰ

"(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy" (QS Ta-Ha:5)
Dan firmanNya:
ุซُู…َّ ุงุณْุชَูˆَู‰ٰ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนَุฑْุดِ

"lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy" (QS Al-A'raf: 54)

Penjelasan:
Penulis -hafidzahulloh ta'ala- bermaksud dengan memasukkan bab ini untuk menetapkan ketinggian Alloh -azza wa jalla- di atas makhlukNya dan keterpisahanNya dari mereka serta beristiwa' di atas ArsyNya. Makna istiwa' yaitu ุนู„ู‰ (tinggi) dan ุงุฑุชูุน (naik), ุตุนุฏ ูˆุงุณุชู‚ุฑ (naik dan menetap). Ini adalah perkataan yang dinukil dari salaf dan dari ahli bahasa. Dan tidak sahih dalam istilah bahasa kecuali ini.

Tentang ketinggian Alloh telah ditetapkan dalam Al Qur'an dan As Sunnah, akal, fithrah dan ijma' salaf (pendahulunya) umat ini.

✔ Adapun dari Al Qur'an:
Pertama: Bahwasannya Alloh ada di langit. Alloh ta'ala berfirman:
ุฃَุฃَู…ِู†ْุชُู…ْ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ

"Sudah merasa amankah kamu, pada Dia yang di langit" (QS Al-Mulk: 16)

Kedua: Alloh menjelaskan tentang fauqiyah (di atas seluruh makhlukNya). Alloh ta'ala berfirman:

ูŠَุฎَุงูُูˆู†َ ุฑَุจَّู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ูَูˆْู‚ِู‡ِู…ْ

"Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka" (QS An-Nahl: 50)

Ketiga: Alloh menjelaskan tentang para malaikat yang naik padaNya. Alloh ta'ala berfirman:
ุชَุนْุฑُุฌُ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉُ ูˆَุงู„ุฑُّูˆุญُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ

"Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan" (QS Al-Ma'arij: 4)

Keempat: Al Qur'an turun dari sisiNya. Allah -ta'ala- berfirman:
ุชَู†ْุฒِูŠู„ٌ ู…ِู†َ ุงู„ุฑَّุญْู…َٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ

"(Al-Qur'an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang". (QS Fussilat: 2)

Kelima: (Nabi 'Isa -alaihis salam) Naik kepadaNya. Allah -ta'ala- berfirman:
ุจَู„ْ ุฑَูَุนَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ۚ

"Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya". (QS An-Nisa': 158)

Keenam: Bersemayam di atas 'Arsy. Alloh -ta'ala- berfirman:
ุงู„ุฑَّุญْู…َٰู†ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ุงุณْุชَูˆَู‰ٰ

"(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy".(QS Ta-Ha: 5)

Ketujuh: Naik kepadaNya. Alloh -ta'ala- berfirman:
ۚ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ูŠَุตْุนَุฏُ ุงู„ْูƒَู„ِู…ُ ุงู„ุทَّูŠِّุจُ

"Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik". (QS Fatir: 10)

Kedelapan: Lafadz Al-Aliyil A'la (Alloh Maha Tinggi). Alloh -ta'ala- berfirman:
ุณَุจِّุญِ ุงุณْู…َ ุฑَุจِّูƒَ ุงู„ْุฃَุนْู„َู‰

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi" (QS Al-A'la: 1)
Dan firmanNya:
ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَู„ِูŠُّ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ُ

"dan Dia Mahatinggi, Mahabesar".(QS Al-Baqarah: 255)

✔ Dari As-Sunnah
Ketinggian Alloh 'azza wa jalla telah ditetapkan dengan As-Sunnah dengan tiga bentuk (pendalilan):

PERTAMA: Dengan perkataan Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-. Telah tetap dalam kitab Shahihain bahwasannya Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
ุฃู„َّุง ุชَุฃْู…َู†ُูˆู†ِูŠ ูˆَุฃَู†َุง ุฃู…ِูŠู†ُ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุณَู…ุงุก
"Apakah kalian tidak beriman kepadaku padahal aku ini kepercayaan Dzat yang ada di langit" (HR Bukhari & Muslim)

Dan dalam kitab keduanya juga hadits Abu Hurairah bahwasannya rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:

ู„َู…َّุง ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุฎَู„ْู‚َ، ูƒَุชَุจَ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِู‡، ูَู‡ُูˆَ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ูَูˆْู‚َ ุงู„ْุนَุฑْุดِ: ุฅِู†َّ ุฑَุญْู…َุชِูŠ ุณَุจَู‚َุชْ ุบَุถَุจِูŠ "

"Tatkala Alloh menciptakan makhluk, Dia telah menuliskan dalam kitabNya yang berada di sisiNya di atas 'Arsy: Sesungguhnya rahmatKu mendahului kemarahanKu".

KEDUA: Dengan perbuatan Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang di dalam shahih Bukhari dari hadits Ibnu Abbas dan yang selainnya dalam khutbah wada' dan beliau bersabda di akhir khutbahnya:
ุงู„ุง ู‡ู„ ุจู„ุบุช؟ ุงู„ู„ู‡ู… ูุงุดู‡ุฏ
"Apakah aku sudah menyampaikannya (kepada kalian)? Ya Alloh, saksikanlah" (HR Bukhari)

Dan beliau berisyarat dengan jari telunjuknya ke langit. Dan di kitab ini juga tatkala datang seorang Arab Baduwi meminta diturunkan hujan kepada mereka maka beliau mengangkat kedua tangannya ke langit dan berdoa:
ุงู„ู„ู‡ู…َّ ุงุณْู‚ِู†َุง
"Ya Alloh turunkanlah hujan kepada kami".

KETIGA: Dari taqrir (ketetapan Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam) sebagaimana yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim dari hadits Mu'awiyyah bin Hakam as-Sulamy bahwasannya Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bertanya (untuk menguji -pent) kepada budak perempuan: Dimana Alloh? Budak itu menjawab: Di langit. Lalu beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Merdekakanlah dia, karena dia seorang mukminah".

✔ Dari Fithrah yang selamat: hal itu karena hati para hamba difithrahkan untuk menetapkan sifat ketinggian bagi Alloh dan menghadapkan (hati) kepadaNya saat berdo'a. Alloh ta'ala berfirman:
ۚ ูِุทْุฑَุชَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„َّุชِูŠ ูَุทَุฑَ ุงู„ู†َّุงุณَ ุนَู„َูŠْู‡َุง ۚ ู„َุง ุชَุจْุฏِูŠู„َ ู„ِุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۚ

"(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah" (Ar-Rum: 30)

Dan dalam kitab Shahihain dari Abu Hurairah bahwa Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
ูƒู„ ู…ูˆู„ูˆุฏ ูŠูˆู„ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ูุทุฑุฉ
"Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fithah" (HR Bukhari & Muslim)

✔ Akal. Hal itu karena sifat al-'uluw (tinggi) adalah sifat yang sempurna secara akal sedangkan rendah adalah sifat yang kurang (sempurna). Berdasarkan kesepakatan akal bahwa kesempurnaan ditetapkan untuk Alloh.

✔ Ijma Salaf. Dan telah dinukilkan (tentang ijma' salaf -pent)lebih dari satu orang seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwa para Salaf mereka ijma' menetapkan sifat 'uluw (tinggi) untuk Alloh.

Dari penjelasan ini maka menjadi jelas bahwa dakwahnya ahlul hulul wal ittihad (Alloh bersatu dengan makhlukNya) menyelisihi Al Qur'an, As Sunnah, Ijma', Akal dan Fithrah.

Note:
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal. 12-16.

Rabu, 04 Maret 2020

Ittiba' Kepada Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:

Makna Muhammad utusan Alloh yaitu bahwasannya tidak ada yang benar untuk diikuti kecuali Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-. Selain Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- jika diikuti dalam permasalahan yang tidak ada dalil padanya maka dia telah diikuti secara batil.
Alloh ta'ala berfirman:

ุงุชَّุจِุนُูˆุง ู…َุง ุฃُู†ْุฒِู„َ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุชَุชَّุจِุนُูˆุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَ ۗ
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin" (QS Al-A'raf: 3)

*************
PENJELASAN:
Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- adalah hamba Alloh dan utusanNya. Beliau adalah anak Abdul Mutholib bin Hasyim, dari bangsa Arab yang paling mulia nasabnya. Al Imam bin Abdul Wahhab Al Najdi berkata tentang ungkapan 'hamba Alloh dan utusanNya': "Beliau hamba maka jangan disembah, dan rasul maka jangan didustakan".

Perkataan penulis: "Tiada yang benar untuk diikuti kecuali Rasululloh" karena Alloh memerintahkan untuk mentaatinya dan mengikutinya. Alloh berfirman:

ۚ ูˆَู…َุง ุขุชَุงูƒُู…ُ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ูَุฎُุฐُูˆู‡ُ ูˆَู…َุง ู†َู‡َุงูƒُู…ْ ุนَู†ْู‡ُ ูَุงู†ْุชَู‡ُูˆุง ۚ

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah" (QS Al-Hashr: 7)

Dan firmanNya:
ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃُุณْูˆَุฉٌ ุญَุณَู†َุฉٌ

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu" (QS Al-Ahzab: 21)

Syaikhul Islam berkata: "Siapa orang yang menyangka bahwa dia akan mendapat petunjuk selain dari petunjuk Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-maka baginya akan mendapatkan laknat Alloh, malaikat-malaikatNya dan manusia seluruhnya". Dan beliau berkata: "Setiap orang memiliki dua bapak dan dua hari kelahiran. Adapun bapak yang pertama adalah bapaknya secara jasmani suami ibunya. Ada pun bapaknya yang kedua adalah bapaknya secara ruhani yaitu Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam. Dan yang menunjukkan hal ini adalah ucapan Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- :

ุฅู†ู…ุง ุฃู†ุง ู„ูƒู… ุจู…ู†ุฒู„ุฉ ุงู„ูˆุงู„ุฏ
"Sesungguhnya aku ini bagimu seperti seorang bapak" (HR Abu Dawud, Nasa'i, Ahmad, Ibnu Majah, Ad Darimi)

Ada pun dua hari kelahiran, maka yang pertama yaitu hari dia dilahirkan ibunya, sedangkan yang kedua disaat dia mengikuti Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-. Hal ini sebagaimana yang telah tetap dalam hadits Al-Bukhari dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:

ูƒู„ูƒู… ุชุฏุฎู„ูˆู† ุงู„ุฌู†ุฉ ุฅู„ุง ู…ู† ุฃุจู‰، ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆู…ู† ูŠุฃุจู‰ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡؟ ู‚ุงู„: ูˆู…ู† ุฃุทุงุนู†ูŠ ุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆู…ู† ุนุตุงู†ูŠ ูู‚ุฏ ุฃุจู‰

"Kalian semuanya akan masuk surga kecuali orang yang enggan". Para shahabat bertanya: Siapa orang yang enggan itu wahai Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-? Beliau menjawab: "Barang siapa mentaatiku dia masuk surga, dan barang siapa mendurhakaiku maka dia orang yang enggan" (HR Bukhari)

Ucapan penulis: "Dan selain Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- jika diikuti tanpa dalil maka dia telah mengikuti dengan kebatilan". Ini mencakup mengikuti ulama dalam permasalahan yang tidak ada dalilnya. Dan mengikuti para umara' dalam perkara yang tiada dalilnya. Serta mengikuti para hamba dalan perkara yang tidak ada dalilnya. Hal ini berdasarkan firman Alloh ta'ala:

ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ۖ

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. (QS An-Nisa': 59)

Penyertaan kata ulil amri tanpa pengulangan fi'il ุฃุทูŠุนูˆุง (taatilah) menunjukkan bahwa ketaatan kepada mereka tidaklah wajib kecuali dalam mentaati Alloh. Dan orang yang mengikuti mereka tanpa dalil maka sungguh ia telah bersikap melampaui batas terhadap mereka dan menjadikan mereka Thoghut-thoghut. Dan barang siapa mengikuti mereka dengan dalil maka dia tidak dianggap muqallid(hanya ikut-ikutan) sebab ittiba (mengikuti Rasul) hanyalah terealisasi dengan adanya dalil.

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh-

Minggu, 01 Maret 2020

Penjelasan Lailaha ilalloh

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu’man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh-

***
Makna ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ yaitu ู„ุง ู…ุนุจูˆุฏ ุจุญู‚ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ (tidak ada sesembahan yang benar kecuali Alloh). Dan selain Alloh jika diibadahi maka diibadahi dengan bathil. Alloh ta’ala berfirman:

ุฐَٰู„ِูƒَ ุจِุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَู‚ُّ ูˆَุฃَู†َّ ู…َุง ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุจَุงุทِู„ُ

Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil”(QS Al Hajj: 62)
Alloh ta’ala berfirman:

ูَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ

Maka ketahuilah, bahwa tidak ada ilah (sesembaha yang berhak disembah) selain Allah” (QS Muhammad: 19)
PENJELASAN: ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ adalah kalimat yang terdiri atas 3 huruf ( yaitu ู„ ู€ ุง ู€ ู‡ -pent.) yang

mengandung perkara yang dikehendaki Alloh -ta’ala- dari para hambaNya dan pemurnian tauhid kepadaNya.

Kalimat ini memiliki 2 rukun:
Pertama: An-Nafi (yaitu peniadaan sesembahan selain Alloh -pent) dalam ucapan ู„ุง ุงู„ู‡ (tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar).
Kedua: Al-Itsbat (yaitu penetapan bahwa hanya Alloh sesembahan yang haq -pent) dalam ucapan ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ (kecuali Alloh).
Dan tidaklah sempurna tauhid kecuali dengan dua rukun di atas secara bersamaan. Dengan demikian, penafi’an saja adalah peniadaan total. Jika engkau mencukupkan dengan ู„ุง ุฅู„ู‡ artinya engkau tidak menetapkan adanya uluhiyah (sesembahan), tidak menetapkan Alloh maupun selainNya. Dan jika engkau mengatakan ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‡ (Alloh adalah sesembahan) dan mencukupkan dengan penetapan ini maka engkau belumlah mengesakan Alloh dalam uluhiyahNya. Masuk juga bersama Alloh -dalam ucapan yang kurang ini- adanya sesembahan selainNya sebab lafadz ini tidak menunjukkan adanya pengesaan Alloh.

Dan maknanya kalimat ini: ู„ุง ู…ุนุจูˆุฏ ุจุญู‚ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ tiada sesembahan yang benar diibadahi kecuali Alloh. Di antara kesalahan fatal adalah mengartikan maknanya: “tiada sesembahan kecuali (dia adalah) Alloh” sebab perkataan ini memberikan kerancuan bahwa setiap yang diibadahi adalah Alloh, baik berupa berhala-berhala dan patung-patung dan selainnya.
Dan termasuk kesalahan juga adalah mengartikan maknanya: Tiada pencipta selain Alloh.

Dengan sebab kebodohan kebanyakan manusia dengan makna lafadz ini, mereka terjatuh pada kesyirikan dalam keadaan mereka mengucapkan. Kalimat ini menunjukkan peniadaan uluhiyah dari selain Alloh -ta’ala- dan pengesaan Alloh -ta’ala- dalam uluhiyahNya.

Syarat-syarat ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡:
Wahhab bin Munabbih berkata -sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari-:
ู„ูƒู„ ู…ูุชุงุญ ุฃุณู†ุงู†، ูˆ ู…ูุชุงุญ ุงู„ุฌู†ุฉ: ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡
Setiap kunci memiliki gerigi, dan kuncinya surga adalah: lailaha illalloh”.
Dan selainnya berkata: geriginya kunci adalah syarat-syaratnya. Jika engkau membawa kunci yang ada geriginya maka pintu akan terbuka untukmu, namun jika tidak, tidak akan terbuka untukmu.

Dan syaratnya ada 7 sebagaimana yang terangkum dalam ucapan penyair:

ุนู„ู…ٌ ู€ ูŠู‚ูŠู†ٌ ู€ ูˆ ุงุฎู„ุงุต ู€ ูˆ ุตุฏู‚ูƒ ู…ุน # ู…ุญุจุฉ ูˆ ุงู†ู‚ูŠุงุฏ ูˆุงู„ู‚ุจูˆู„ ู„ู‡ุง
“Ilmu, yakin, ikhlas, shidiq, mahabbah, inqiyad dan qabul”.

PERTAMA: Al-Ilmu (pengetahuan) yang meniadakan jahl (bodoh atau ketidaktahuan), yakni amalan yang didasarkan pada nafi dan itsbat (peniadaan dan penetapan).
Alloh ta’ala berfirman:

ุฅِู„َّุง ู…َู†ْ ุดَู‡ِุฏَ ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

“… kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini” (QS Az-Zukhruf: 86)
Dan firmanNya:

ูَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ

Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah” (QS Muhammad: 19)

Sesungguhnya kaum kafir Quraisy mengetahui maknanya dan bahwa maksudnya adalah meniadakan sesembahan selain Alloh. Tatkala mereka diminta untuk mengucapkannya (la ilaha illalloh) mereka berkata:

ุฃَุฌَุนَู„َ ุงู„ْุขู„ِู‡َุฉَ ุฅِู„َٰู‡ًุง ูˆَุงุญِุฏًุง ۖ ุฅِู†َّ ู‡َٰุฐَุง ู„َุดَูŠْุกٌ ุนُุฌَุงุจٌ

Apakah dia menjadikan sesembahan-sesembahan itu sesembahan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan” (QS Shad: 5)

KEDUA: Yaqin (keyakinan) yang meniadakan syak (keraguan). Alloh ta’ala berfirman:

 ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ุซُู…َّ ู„َู…ْ ูŠَุฑْุชَุงุจُูˆุง

Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu” (QS Al-Hujurat: 15)

KETIGA: Ikhlas (pemurnian) yang meniadakan syirik. Alloh ta’ala berfirman:

ูˆَู…َุง ุฃُู…ِุฑُูˆุง ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ู…ُุฎْู„ِุตِูŠู†َ ู„َู‡ُ ุงู„ุฏِّูŠู†َ

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan mengikhlaskan agama untukNya” (QS Al-Bayyinah: 5).
Dan firmanNya:

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฃُูˆุญِูŠَ ุฅِู„َูŠْูƒَ ูˆَุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู„َุฆِู†ْ ุฃَุดْุฑَูƒْุชَ ู„َูŠَุญْุจَุทَู†َّ ุนَู…َู„ُูƒَ ูˆَู„َุชَูƒُูˆู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑِูŠู†َ

Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi” (QS Az-Zumar: 65)

KEEMPAT: Sidqu (pembenaran) yang meniadakan kadzib (pendustaan).

KELIMA: Mahabbah (kecintaan) kepada Alloh -subhanahu wa ta’ala-. Alloh berfirman:

ูَุณَูˆْูَ ูŠَุฃْุชِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูŠُุญِุจُّู‡ُู…ْ ูˆَูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ

maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya” (QS Al-Ma’idah: 54)

Dan dalam shahihain dari hadits Anas secara marfu’:

ุซู„ุงุซ ู…ู† ูƒู† ููŠู‡ ูˆุฌุฏ ุจู‡ู† ุญู„ุงูˆุฉ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† …..ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุฃุญุจّ ุฅู„ูŠู‡ ู…ู…ุง ุณูˆุงู‡ู…ุง

Tiga hal yang ada pada diri seseorang yang dengannya ia akan mendapati manisnya iman ….(diantaranya)hendaklah Alloh dan RasulNya lebih dia cintai dari pada selainnya

KEENAM: Al-Inqiyadu (ketundukan) yang meniadakan tamarrud (penentangan). Alloh ta’ala berfirman:

ูَู„َุง ูˆَุฑَุจِّูƒَ ู„َุง ูŠُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠُุญَูƒِّู…ُูˆูƒَ ูِูŠู…َุง ุดَุฌَุฑَ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุซُู…َّ ู„َุง ูŠَุฌِุฏُูˆุง ูِูŠ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ุญَุฑَุฌًุง ู…ِู…َّุง ู‚َุถَูŠْุชَ ูˆَูŠُุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง

Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (An-Nisa’: 65)

Dan firmanNya:

ุฅِู†َّู…َุง ูƒَุงู†َ ู‚َูˆْู„َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฅِุฐَุง ุฏُุนُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ู„ِูŠَุญْูƒُู…َ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุง ุณَู…ِุนْู†َุง ูˆَุฃَุทَุนْู†َุง ۚ

Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” (QS An-Nur: 51)

KETUJUH: Qabul (penerimaan) yang meniadakan Radd(penolakan). Alloh ta’ala berfirman:

ูˆَู…َุง ูƒَุงู†َ ู„ِู…ُุคْู…ِู†ٍ ูˆَู„َุง ู…ُุคْู…ِู†َุฉٍ ุฅِุฐَุง ู‚َุถَู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَู…ْุฑًุง ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†َ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุฎِูŠَุฑَุฉُ ู…ِู†ْ ุฃَู…ْุฑِู‡ِู…ْ ۗ

Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka” (QS Al-Ahzab: 36)
Dan kami telah meluaskan pembahasan tentang syarat-syarat yang tujuh ini dari Al Qur’an dan As Sunnah di tempat yang lain.

Tujuh syarat ini tidaklah disyaratkan bagi seorang muslim menghafalnya, tetapi cukup baginya mengamalkannya meski tidak menghafalnya.


Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu’man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh-